Kamis, 16 Oktober 2014

Kurindu jalan-Mu Tuhan

Tuhan.. sentuhlah hatiku
Bangkitkan rasaku untuk selalu menghargai dan merasakan mereka.
Angkatlah jiwa yang tenggelam
Bangunkan dari segala kegelapan ...

Tuntun aku menuju jalan cahaha-Mu yang terang
Aku gelap, aku tersesat tuhan..
Ajari aku dengan caramu yang selalu menenangkan
Buat hati ku selalu merasakan-Mu

Ku sadari aku tersesat aku hilang
Hatiku mati...rasaku padam
Aku ingin kembali bersama-Mu tuhan.
Temukan aku Tuhan dalam gelap yang kelam.

Kutemukan jalan menuju cahayamu...
Namun jalanku terasa berat
Langkahku terhalang tirani tirani tak berujung...
Menutup sinar terang menuju jalan-Mu yang abadi


                                                                                        



Untuk GIE yang telah tiada



Semakin mengenal lebih jauh
Semakin aku jatuh hati dan terpikat
Bukan sosok kekasih, bukan pula seperti rasa muda mudi di buai cinta
Semakin lama membaca semakin sering mencari semakin pula ku junjung tinggi

Bukan menuhani sosok yang telah berpulang itu
Hanya saja seperti entah tertular atau terjangkit semangat untuk menjadi seperti sosok yang mati muda

Berani berbeda demi membela bangsa
Berdiri paling depan dalam barisan demonstran
Teriakan-teriakan lantang menantang yang sumbang

Sosoknya telah berpulang lama sebelum aku dilahirkan
Namun segala bentuk apresiasinya untuk kemajuan negri ini masih lekat terasa
Sosoknya telah tiada...
Mungkin sudah bersama tuhan diatas tahta
Namun semangatnya, keberanian memberontak yang sumbang terasa semakin menusuk masuk ke raga

Bukan menuhani...seperti hanya terinspirasi
Seperti yang telah mati muda
Berani bicara bukan untuk menerka-nerka
Berani berbuat nyata untuk bangsa


Andai saja... pemuda mati muda itu masih ada
Mungkin banyak lagi semangat yang ditularkan
Apalagi untuk kaum muda yang ternoda kemunafikan zaman

Berbaringlah tuan... beristirahatlah engkau bersama yang Esa
Ragamu boleh saja telah tiada
Kenangan mu biar saja diatas mahameru sana
Tapi tetap tularkan kami... jangkiti kami dengan sisa-sisa karyamu
Sisa-sisa semangat dalam setiap catatan kecilmu

Hadirkan ruh mu dalam setiap  baris tulisan ...
Tulisan penuh ambisi yang kami baca diatas kertas-kertas usang
Semangati kami untuk tetap melawan segala sumbang dinegri kaya ini .


Jumat, 09 Mei 2014

pergi dan gelap


Dulu aku pernah pergi , tapi aku pastikan aku kembali
Saat aku pergi, aku pikir nyaris saja kehilangan gelap
Saat aku kembali,ternyata gelap tetap saja menjadi gelap
Tanpa titik putih sedikitpun

Saat aku berjalan melangkah terlalu jauh
Sempat ku temui bermacam keindahan
Hangatnya senja ...
Sejuknya angin sore ...
Manisnya cahaya pelangi setelah hujan ...
Dan , hampir saja melupakan gelap

Bodohnya aku ...
Yang nyaris saja terbuai indahnya jingga senja dilangit sore
Nyaris melupakan gelap yang setia menanti ku bersama bintang
Senja tak seindah gelap ..
Karna rona senja pasti berganti
Tapi gelap tetaplah menjadi gelap yang setia saat malam datang

Senja hanya merangkul keindahan sejenak
Kemudian melepaskan indah saat rona jingga mulai meredup
Tapi malam ...
Selalu memeluk sang gelap yang tak pernah berganti

Yang tetap saja menjadi gelap ,yang tetap memberi hangat diantara ribuan bintang benderang ...

Minggu, 09 Maret 2014

bulan hilang

aku masih terjaga diantara pekatnya malam yang tak berteman bintang 
dibuai menusknya angin yang menembus kulit
bertemankan rintik hujan
yang diam diam membelai jutaan mimpi-mimpi manusia dibawah alam sadarnya
malam ini sepi ...
malam ini sunyi ...
hanya nyanyian hujan yang beralun bagai melodi penghantar menuju mimpi 

aku tetap terjaga menanti cahaya bulan 
yang biasa hadir di penghujung malam 
kali ini aku kehilangan ...
kehilangan cahaya sang rembulan yang  entah kemana
pergi tanpa sepatah kata ...

kilatan cahaya petir tak bersuara 
mungkin saja sebagai pengganti perginya sang rembulan ... 
namun aku coba nikmati,aku coba resapi tiap nada hujan 
dan dingin yang semakin memelukku  ...

mataku terjaga ... masih tak ingin terpejam 
tetap saja terjaga menerka nerka 
apakah esok mentari kan datang , walau kini bulan menghilang tak berpesan

Selasa, 07 Januari 2014

lorong sepi

kini aku merindu mu, sangat amat merindu
walau hanya kenangan yang tersirat diujung benak
kenangan berlalu begitu cepat bagai hempasan angin senja
ku akui aku sungguh merindu ..
kini hanya aku yang tersudut diujung lorong sepi ini
walau dahulu kita pernah bersama menanti sore..
aku masih disini,ditempat yang sama saat kita pernah saling mencinta dan tertawa.
walau aku tak tau dimana engkau kini
ingatkah dirimu untuk kembali pada ujung lorong sepi ini..

sudut mataku tak pernah sedikitpun berpaling menaap cahaya diujung lorong sepi
berharap kau datang lagi,membawa canda yang pernah hilang
aku.. masih menantimu..disini
terasa sepi.. terasa hampa dan berbeda saat kau memutuskan untuk pergi
mungkin aku hanya pemimpi saat aku berharap kau kembali
namun aku benar benar berharap kau kembali walau sejenak
walau bukan untuk menetap seperti dulu diujung lorong sepi ini
walau hanya sekedar menyapa dan berbagi senyum yang tak benar benar kembali..
aku masih akan tetap menunggu ..bversama gelap disudut lorong sepi ini ..