Kamis, 16 Oktober 2014

Untuk GIE yang telah tiada



Semakin mengenal lebih jauh
Semakin aku jatuh hati dan terpikat
Bukan sosok kekasih, bukan pula seperti rasa muda mudi di buai cinta
Semakin lama membaca semakin sering mencari semakin pula ku junjung tinggi

Bukan menuhani sosok yang telah berpulang itu
Hanya saja seperti entah tertular atau terjangkit semangat untuk menjadi seperti sosok yang mati muda

Berani berbeda demi membela bangsa
Berdiri paling depan dalam barisan demonstran
Teriakan-teriakan lantang menantang yang sumbang

Sosoknya telah berpulang lama sebelum aku dilahirkan
Namun segala bentuk apresiasinya untuk kemajuan negri ini masih lekat terasa
Sosoknya telah tiada...
Mungkin sudah bersama tuhan diatas tahta
Namun semangatnya, keberanian memberontak yang sumbang terasa semakin menusuk masuk ke raga

Bukan menuhani...seperti hanya terinspirasi
Seperti yang telah mati muda
Berani bicara bukan untuk menerka-nerka
Berani berbuat nyata untuk bangsa


Andai saja... pemuda mati muda itu masih ada
Mungkin banyak lagi semangat yang ditularkan
Apalagi untuk kaum muda yang ternoda kemunafikan zaman

Berbaringlah tuan... beristirahatlah engkau bersama yang Esa
Ragamu boleh saja telah tiada
Kenangan mu biar saja diatas mahameru sana
Tapi tetap tularkan kami... jangkiti kami dengan sisa-sisa karyamu
Sisa-sisa semangat dalam setiap catatan kecilmu

Hadirkan ruh mu dalam setiap  baris tulisan ...
Tulisan penuh ambisi yang kami baca diatas kertas-kertas usang
Semangati kami untuk tetap melawan segala sumbang dinegri kaya ini .


Tidak ada komentar:

Posting Komentar